Membangun desa yang sejahtera, mandiri, berbudaya dan berdaya daya saing
"“ GOTONG ROYONG MEMBANGUN DESA WAIMBIDI YANG SEJAHTERA,HARMONI,DAN TERTIB”"
Pada Periode 1935-1956 Kampung Waimbidi dikepalai Oleh Kepala kampong, yang mana Pada saat itu Waimbidi masuk dalam wilayah Swapraja Lewa Kambera.Pada tahun 2001 terbentuk Desa Waimbidi pemekaran dari Desa Kambatatana. Desa Waimbidi di Kecamatan Kambata Mapambuhang, Sumba Timur, terbentuk dari pola pemukiman tradisional masyarakat yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya alam dan kearifan lokal. Nama desa ini memiliki kaitan erat dengan karakteristik geografis lingkungannya yang menjadi tumpuan hidup masyarakat dalam sektor pertanian dan peternakan sejak masa lampau. Struktur sosial pada masa awal pembentukannya sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan adat, yang menjadi fondasi utama sebelum wilayah ini akhirnya diresmikan sebagai desa definitif guna memperluas jangkauan pelayanan publik di Kabupaten Sumba Timur. Seiring berjalannya waktu, Desa Waimbidi terus mengalami transformasi melalui berbagai intervensi pembangunan infrastruktur yang membawa perubahan pada pola hidup masyarakat. Transisi dari ketergantungan penuh pada metode tradisional menuju adaptasi teknologi menjadi tantangan sekaligus peluang bagi desa ini dalam meningkatkan efektivitas tata kelola wilayah. Kini, rekam jejak historis dan sosial tersebut menjadi landasan penting dalam mendorong digitalisasi dan modernisasi desa yang tetap selaras dengan nilai-nilai budaya serta kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Secara etimologis dalam konteks bahasa daerah Sumba, nama Waimbidi terbentuk dari gabungan dua kata, yaitu "wai" (atau wai/wei) yang berarti air, dan "mbidi" yang merujuk pada suatu kondisi, bentukan alam, atau jenis tanaman tertentu di sekitar sumber air tersebut. Berdasarkan penamaan tradisional masyarakat Sumba, wilayah-wilayah yang diawali dengan kata "wai" umumnya merujuk pada lokasi yang memiliki sumber air, mata air, atau aliran sungai yang menjadi pusat kehidupan, titik berkumpul, atau penanda geografis penting bagi leluhur saat pertama kali membuka pemukiman.
Luas Wilayah
18,5 Km²
Jumlah Penduduk
657 Jiwa
Jumlah Kepala Keluarga
144 KK
Jumlah RT
8
Jumlah Dusun
2
Total Pendapatan
Rp 903.862.100
Total Belanja
Rp 0
Data belanja belum tersedia.
CHRISTIAN DENI ELIA ELO, S.Pd
ROBERTUS N. NGGULI HUNGA, A.Md
ANTONIUS KALUKUR LIDJANG
KORNELIS DOMU NDAPA REHING
ROBERTUS NGG. HAMBA NDIMA
ARYANUS TAY KAMALAKONDA
TAY HINGGI RANJA
KAMBARU HUNGGU DJAWA
UMBU HAMANAY, Am.Vet
ROBINSON LAY RIA
Desa memiliki potensi wisata alam berupa air terjun yang indah dengan lingkungan yang masih asri. Potensi ini dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha lokal, sekaligus mendorong pelestarian lingkungan.
Desa memiliki potensi perkebunan yang mendukung perekonomian masyarakat. Hasil perkebunan dapat menjadi sumber pendapatan utama serta berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan.
Desa memiliki kawasan pegunungan atau perbukitan yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk wisata alam, jalur pendakian ringan, serta mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan masyarakat.
Desa Waimbidi memiliki potensi peternakan yang sangat strategis, terutama untuk pengembanan ternak besar dan kecil seperti sapi Sumba Ongole (SO), kuda Sandelwood, babi, serta kambing. Didukung oleh ketersediaan padang sabana sebagai lahan gembala alami dan tingginya permintaan untuk kebutuhan ekonomi maupun upacara adat lokal, sektor peternakan di desa ini berpeluang besar untuk terus ditingkatkan melalui penerapan teknologi pakan awetan dan pengelolaan air saat musim kemarau.
Aktifkan lokasi untuk melihat peta interaktif