Membangun desa yang sejahtera, mandiri, berbudaya dan berdaya daya saing
"“ GOTONG ROYONG MEMBANGUN DESA WAIMBIDI YANG SEJAHTERA,HARMONI,DAN TERTIB” "
Pada Periode 1935-1956 Kampung Waimbidi dikepalai Oleh Kepala kampong, yang mana Pada saat itu Waimbidi masuk dalam wilayah Swapraja Lewa Kambera.Pada tahun 2001 terbentuk Desa Waimbidi pemekaran dari Desa Kambatatana.
Desa Waimbidi, yang terletak di Kecamatan Kambata Mapambuhang, Kabupaten Sumba Timur, mendapatkan namanya dari gabungan kata dalam bahasa Sumba (Kambera): "Wai" yang berarti air, dan "Mbidi" yang merujuk pada salah satu kabihu (marga atau suku asli) yang mendiami wilayah tersebut.Dalam sejarah dan struktur sosial masyarakat Sumba, Wai Mbidi adalah nama dari kelompok keturunan atau klan tradisional. Secara historis, keberadaan desa ini memiliki akar yang kuat dari masa kerajaan-kerajaan di Sumba. Wilayah Waimbidi bahkan tercatat sebagai salah satu kawasan yang dahulu berada dalam pengaruh kekuasaan Raja Taralandu dari Kerajaan Lewa. Oleh karena itu, penamaan "Waimbidi" erat kaitannya dengan penghormatan terhadap leluhur (kabihu) dan wilayah perairan atau mata air yang menjadi sumber kehidupan klan tersebut.
Luas Wilayah
12,200 Km²
Jumlah Penduduk
1039 Jiwa
Jumlah Kepala Keluarga
222 KK
Jumlah RT
12
Jumlah Dusun
3
Total Pendapatan
Rp 1.720.000.000
Total Belanja
Rp 1.720.000.000
BAKA EMANG
STEPANUS BALLA NJURUMANA,ST
ADIANTO DJAWA MEHANG
MARKUS PANGGA PRAING
ABRAHAM LEKI NANGKEWA
SEBASTIAN MARAMBA
UHING BAKA EMANG
YUNUS RENGGI TAY
ANTON BAKA EMANG
U.T. NAMU PRAING
MARTHEN DUNDU PATI MAY
BENEDIKTUS MAYANG
MEYSAK WUNU TARA AMAH
OBED META YIWA
EMELIA HADA REWA
Desa memiliki potensi wisata alam berupa air terjun yang indah dengan lingkungan yang masih asri. Potensi ini dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha lokal, sekaligus mendorong pelestarian lingkungan.
Desa Waimbidi memiliki kawasan pegunungan atau perbukitan yang menawarkan pemandangan alam yang indah dan udara yang sejuk. Potensi ini dapat dimanfaatkan untuk wisata alam, jalur pendakian ringan, serta mendukung kegiatan pertanian dan perkebunan masyarakat.
Desa memiliki potensi perkebunan yang mendukung perekonomian masyarakat. Hasil perkebunan dapat menjadi sumber pendapatan utama serta berpotensi dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan pangan.
Aktifkan lokasi untuk melihat peta interaktif